Boleh kami menggunakan Google Analytics untuk memahami kunjungan ke situs? Cookies analitik hanya diaktifkan jika Anda mengizinkan. Menolak tidak membatasi pembuatan surat atau unduhan PDF.

Pilihan disimpan di perangkat ini selama 180 hari dan dapat diubah melalui “Pengaturan cookies” di bagian bawah halaman. Iklan belum diaktifkan.

Kebijakan privasiRincian cookies
TemplateSurat.idTemplateSurat.id

Cara Membuat Invoice Profesional untuk UMKM (PKP dan Non-PKP)

TemplateSurat.id10 Mei 2026Diperbarui 26 September 20265 menit baca
Transparansi editorial: diterbitkan oleh TemplateSurat.id. Sumber rujukan tersedia di akhir artikel agar pembaca dapat memeriksa konteks dan persyaratan terbaru. Ini adalah informasi umum, bukan nasihat hukum, medis, pajak, atau keimigrasian.

Invoice atau faktur adalah dokumen penagihan—pemberitahuan resmi bahwa pembeli memiliki kewajiban pembayaran. Untuk UMKM, invoice yang rapi dan jelas tidak hanya memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga mempercepat pembayaran.

Artikel ini membahas elemen wajib invoice, perbedaan antara invoice PKP dan non-PKP, serta strategi penagihan yang menjaga hubungan dengan klien.

Elemen wajib invoice

  • Kata "INVOICE" atau "FAKTUR" jelas di atas dokumen.
  • Nomor invoice unik dan berurutan (untuk pencatatan).
  • Tanggal penerbitan invoice.
  • Tanggal jatuh tempo pembayaran.
  • Identitas penjual: nama usaha, alamat, kontak, NPWP (bila ada), NIB.
  • Identitas pembeli: nama perusahaan, alamat, NPWP (bila ada).
  • Deskripsi barang/jasa: nama, kuantitas, satuan, harga satuan, total per item.
  • Subtotal.
  • Rincian pajak yang memang berlaku, setelah memeriksa status usaha dan transaksi melalui sumber DJP.
  • Ongkos kirim atau biaya tambahan lain (bila ada).
  • Total akhir yang harus dibayar.
  • Detail rekening pembayaran.
  • Catatan atau syarat pembayaran (transfer, COD, termin).

Invoice PKP vs. non-PKP

Bedakan invoice komersial dan Faktur Pajak. Invoice membantu menagih serta mencocokkan transaksi. DJP menjelaskan Faktur Pajak sebagai bukti pungutan pajak yang dibuat oleh PKP atas penyerahan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak.

Membuat invoice dengan template ini tidak menerbitkan Faktur Pajak. Jika transaksi memerlukan Faktur Pajak, gunakan prosedur DJP yang berlaku dan simpan hubungan antara dokumen komersial serta dokumen perpajakannya.

Jangan mengisi PPN semata-mata karena ada kolom pajak. Konfirmasi status usaha, jenis transaksi, dan perhitungan yang berlaku. Panduan ini tidak menentukan tarif atau kewajiban pajak untuk keadaan setiap pengguna.

Penomoran invoice yang baik

Format penomoran yang umum: [Nomor urut]/[Kode]/[Bulan-Romawi]/[Tahun]. Contoh: 042/INV/X/2026 = invoice nomor 42, dikeluarkan Oktober 2026.

Nomor harus berurutan tanpa skip. Bila ada invoice yang dibatalkan, jangan dihapus dari sistem—beri tanda "VOID" agar audit trail jelas.

Sistem penomoran ini juga memudahkan pencatatan keuangan—Anda bisa langsung tahu invoice nomor 42 adalah yang ke-42 di tahun tersebut.

Tanggal jatuh tempo: tegas tetapi adil

Standar di Indonesia: termin pembayaran 14-30 hari kerja sejak invoice diterima. Untuk klien baru atau transaksi kecil, COD (Cash on Delivery) atau transfer di muka lebih aman.

Tulis tanggal jatuh tempo eksplisit—bukan "30 hari sejak invoice", tetapi "Jatuh tempo: 15 November 2026". Klien tidak perlu menghitung; mereka tahu persis kapan harus bayar.

Strategi penagihan yang menjaga hubungan

H-3 sebelum jatuh tempo: kirim reminder ramah—"Pengingat: invoice 042/INV/X/2026 jatuh tempo 15 November. Mohon dipastikan pembayaran sudah dilakukan. Terima kasih."

H+1 setelah jatuh tempo lewat tanpa pembayaran: WhatsApp/telepon untuk klarifikasi. Mungkin ada masalah administrasi di sisi mereka.

H+7: kirim surat tagihan reminder resmi sebagai dokumentasi tertulis. Nada masih sopan.

H+30: kirim surat tagihan dengan nada lebih tegas, sertakan ringkasan riwayat reminder yang sudah dikirim. Pertimbangkan menghentikan layanan/pengiriman selanjutnya sampai invoice dilunasi.

H+60+: pertimbangkan jalur hukum bila nilai signifikan. Konsultasi pengacara—kadang surat dari pengacara saja sudah membuat klien membayar.

Setelah pembayaran: konfirmasi

Setelah dana masuk ke rekening, kirim surat konfirmasi pembayaran atau setidaknya pesan terima kasih. Tindakan kecil ini menjaga hubungan baik dan meningkatkan kemungkinan transaksi berulang.

Untuk catatan pembukuan, simpan: invoice asli, bukti transfer, dan konfirmasi pembayaran. Tiga dokumen ini akan dibutuhkan saat audit atau pengurusan pajak tahunan.

Mulai dari template yang sudah lengkap

Gunakan template invoice/faktur penjualan sebagai draf tagihan komersial. Cocokkan seluruh nominal dengan transaksi sebenarnya dan periksa kebutuhan dokumen perpajakan secara terpisah melalui DJP.

Sumber resmi dan dasar pemeriksaan

Kami mengutamakan peraturan dan portal pemerintah. Buka sumber berikut untuk memeriksa ketentuan terbaru sesuai situasi Anda.

  1. Panduan Pelaporan e-Faktur — Direktorat Jenderal Pajak